Padi Biofortifikasi Dukung PM AAS dan Pangan Bernutrisi
Pangan bernutrisi tidak hanya ditentukan oleh apa yang tersaji di meja makan, tetapi juga dimulai dari varietas yang ditanam dan cara budidaya yang diterapkan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Webinar Nasional Budidaya Padi Sehat PM AAS yang digelar secara daring oleh Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP Padi). Melalui kegiatan ini, penyuluh pertanian dari berbagai provinsi di Indonesia mendalami konsep Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) serta peluang pemanfaatan padi biofortifikasi dalam mendukung sistem pertanian modern.
PM AAS merupakan model sistem pertanian yang mengintegrasikan penggunaan varietas unggul, pengaturan populasi tanaman, mekanisasi, pemupukan, tata air, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman. Integrasi berbagai komponen tersebut diarahkan untuk mendukung produksi padi yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam penerapannya, pemilihan varietas yang sesuai menjadi salah satu komponen penting. Pemulia padi BRMP Padi Wage Ratna Rohaeni menjelaskan bahwa padi biofortifikasi dikembangkan untuk menghasilkan beras dengan kandungan gizi lebih tinggi, terutama zinc.
Sejumlah varietas unggul baru padi biofortifikasi yang adaptif untuk mendukung penerapan PM AAS antara lain Inpari IR Nutri Zinc, Nutrizinc AR1 Asfit, Nutrizinc AR2 Asfit, Nutrizinc AR3 Blas, Inpago 13 Fortiz, serta Inpara 11 Siam HiZinc. Ketersediaan varietas tersebut membuka peluang bagi petani untuk menghasilkan pangan bernutrisi dengan pilihan varietas yang dapat disesuaikan dengan kondisi agroekosistem dan kebutuhan budidaya di masing-masing wilayah.
Webinar turut menghadirkan penyuluh pertanian Kementerian Pertanian Nana Sumarna yang membagikan pengalaman pengembangan padi biofortifikasi di Kabupaten Purwakarta. Pengalaman tersebut menegaskan bahwa keberhasilan padi bernutrisi perlu didukung pendampingan petani, peningkatan mutu pengolahan hasil, kemasan, diversifikasi produk, dan perluasan akses pasar.
Melalui kegiatan ini, penyuluh diharapkan mampu menerjemahkan teknologi ke dalam praktik budidaya yang sesuai dengan kondisi wilayah. Peran tersebut penting untuk menghubungkan varietas bernutrisi, sistem produksi modern, dan kebutuhan petani sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pengembangan padi sehat dan bernutrisi pada akhirnya bukan semata tentang hasil panen, tetapi juga tentang menghadirkan pangan yang lebih baik sekaligus meningkatkan nilai hasil pertanian.